Friday, December 15, 2017
Home > info > Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
kpr cimb niaga

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Usia muda adalah waktunya untuk berkarya dan bekerja. Kini kondisi pekerja di Indonesia lebih terjamin karena terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Besar iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar 5,7% yang diambil dari gaji pekerja setiap bulan akan melindungi pekerja di hari tua. Selama usia produktif bekerja, pekerja dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang, karena jika mengalami kecelakaan ada BPJS Ketenagakerjaan yang menanggung, dan bila meninggal dunia, keluarganya dapat menjalankan kehidupannya dengan santunan kematian dan santunan hari tua yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan.
BPJS Ketenagakerjaan juga memberi manfaat lebih, yaitu jika pekerja sudah menjadi peserta Jaminan Pensiun, maka mimpi masa tua sejahtera pasti akan terwujud. Karena selain ada pemasukan dari usaha yang dimodali dana JHT miliknya, pekerja masih akan mendapat tambahan bulanan dari uang pensiun yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan. Lalu bagaimana jika pekerja belum memasuki usia pensiun namun ingin mencairkan BPJS Ketenagakerjaan? Apa saja syarat pencairan BPJS Ketenagakerjaan?
Pihak BPJS Ketenagakerjaan tidak memperbolehkan peserta yang masih aktif bekerja tapi ingin mengambil keseluruhan Jaminan Hari Tua nya, mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan. Namun, sesuai peraturan pemerintahan no 60 2015 Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS bisa diambil keseluruhan saldonya. Hal ini berlaku jika dengan menunggu satu bulan setelah pekerja berhenti bekerja (baik resign maupun terkena PHK), pekerja sudah bisa mencairkan 100% saldo JHT. Namun untuk yang masih bekerja, prosedur pencairan uang JHT akan berlaku ketentuan 10% untuk persiapan pensiun, 30% untuk biaya perumahan, dan 100% ketika sudah berumur 56 tahun.
Agar proses pengurusan lebih cepat dan tidak membuang banyak waktu di kantor BPJS, silahkan coba ketahui semua persyaratan dan berkas-berkas dokumen kelengkapan yang harus dibawa. Jadi tidak perlu bolak-balik mondar-mandir ke kantor BPJS untuk melengkapi kekurangan berkas yang belum dibawa. Untuk pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan ini, kita tidak perlu memberikan kuasa kepada orang lain karena juga ada sesi wawancara yang menjadi penentu utama apakah dana BPJS Ketenagakerajaan bisa mendapatkan acc atau persetujuan untuk dicairkan.

Dokumen Syarat Untuk Pencairan BPJS

Perlu diketahui juga bahwa selama proses pengajuan pencairan BPJS Ketenagakerjaan, pihak BPJS tidak meminta pungutan atau potongan uang yang diterima sebagai biaya administrasi, jadi hati-hati jika ada yang berusaha mengambil kesempatan seperti ini.

Bagi pekerja yang ingin mencarikan semua saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, pekerja harus melengkapi dokumen dan berkas-berkas yang dipersyaratkan sebagai berikut :
1. Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
2. Paklaring.
3. KTP atau boleh juga SIM.
4. Kartu Keluarga.
5. Buku Tabungan.
Jangan lupa melampirkan copy dokumen-dokumen tersebut masing-masing satu lembar dan juga menyertakan dokumen yang asli.

Pinjaman Uang Online

IDR
IDR
Untuk bunga fixed 5 tahun, minimum tenor adalah 7 tahun

Untuk pencairan BPJS Ketenagakerjaan atau JHT 100%, Anda harus mengikuti prosedur yang berlaku, yaitu :
1. Mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
2. Mengisi formulir pengajuan klaim JHT,
3. Menandatangani surat pernyataan sedang tidak bekerja di perusahaan manapun,
4. Cek kembali kelengkapan berkas,
5. Menjalani panggilan wawancara dan foto
6. Terakhir transfer seluruh saldo JHT ke nomor rekening bank.

Baca Juga : Syarat Pengajuan KTA Standard Chartered Mudah dengan 5 Keuntungan

Setelah pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan atau JHT berlangsung, Anda harus bijak dalam menggunakan uang hasil klaim tersebut. Gunakanlah uang klaim tersebut sebagai modal usaha tambahan Anda atau kebutuhan lainnya. Jangan terlena menggunakan uang ini untuk berfoya-foya. Sebab pada dasarnya uang klaim ini adalah uang yang dipotong dari penghasilan Anda guna menjamin hari tua dan berfungsi sebagai perlindungan. Sayang kan jika uang hasil kerja keras Anda terbuang untuk hal-hal tak berguna. Jadi manfaatkanlah uang klaim pencarian BPJS Ketenagakerjaan Anda semaksimal mungkin karena langkah awal menuju kehidupan yang sejahtera adalah kemandirian finansial Anda.