Friday, July 28, 2017
Home > Blogging > Mengenali Sejarah Bank Indonesia Secara Lengkap

Mengenali Sejarah Bank Indonesia Secara Lengkap

Mengenali Sejarah Bank Indonesia Secara Lengkap

 

Bank Indonesia atau biasa disebut dengan BI menjadi bank dengan otoritas tertinggi di negara Indonesia. Hal ini lantaran BI memiliki kewenangan dalam berbagai macam hal terkait stabilitas perekonomian di Indonesia. Pada dasarnya, fungsi pokok dari BI adalah memelihara nilai rupiah sehingga bisa tetap stabil. Untuk bisa menilik lebih dalam terkait Bank Indonesia, maka mengenali sejarah Bank Indonesia juga sangat penting agar bisa tahu sejak awal mula berdirinya.

Sebelum bernama Bank Indonesia, di jaman pemerintahan Hindia Belanda disebut dengan nama De Javasche Bank yang bertugas untuk mencetak dan juga mengedarkan uang. De Javasche Bank berdiri di tahun 1828 dan satu abad kemudian tepatnya ditahun 1953, Bank Indonesia dibentuk untuk bisa menggantikan fungsi dan peran dari De Javasche Bank. Sebagai bank sentral di Indonesia, BI memiliki 3 fungsi yang utama yaitu pada bidang moneter dan perbankan, sistem pembayaran dan juga diberikan wewenang untuk melakukan fungsi komersial seperti pendahulunya.

Namun lima belas tahun kemudian, terbitlah UU Bank Sentral dimana mengatur terkait tugas dan kedudukan BI. UU tersebut juga membedakan antara BI dan bank lain yang berfungsi komersial. Setelah terbit UU tersebut, BI juga memiliki pekerjaan tambahan dimana membantu pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat. Bank Indonesia memang memiliki peran penting dalam perekonomian bangsa ini. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui akan sejarah panjang dari Bank Indonesia.

Karena kurangnya informasi yang diterima oleh masyarakat terkait peran dan fungsi serta sejarah panjang dari Bank Indonesia, pemerintah akhirnya mendirikan Museum BI yang bisa menjadi sarana penting untuk BI dalam mengedukasi masyarakat banyak terkait sejarah Bank Indonesia. Museum BI sendiri telah resmi pada tanggal 21 Juli 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk mengunjungi Museum BI ini, masyarakat tidak akan dipungut biaya sepeserpun. Anda bisa mengetahui seluk beluk perjalanan BI dan dampak kebijakan yang diambil dari waktu ke waktu yang merupakan bagian dari sejarah bangsa yang amat berharga.

Perlu diketahui jika Bank Indonesia dipimpin Dewan Gubernur yang menjadi kepala dengan dibantu oleh Deputi Gubernur sebagai wakilnya dengan empat hingga 7 Deputi Gubernur. Jabatan tersebut di ampu selama 5 tahun dan bisa diangkat kembali sebanyak 1 kali jabatan berikutnya. Bank Indonesia berdiri dengan satu tujuan tunggal dan juga tiga pilar utama untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut. Peran dan kapasitas dari Bank Sentral ini membuat Bank Indonesia mengemban amanat yang amat berat demi bisa memelihara dan mencapai nilai rupiah yang stabil. Dalam menjaga rupiah, Bank Indonesia melakukan hal berikut ini:

  • Menjaga kestabilan rupiah terhadap barang dan juga jasa. Demi bisa mengukur aspek ini, Anda bisa melihatnya dari laju inflasi yang kerap berkembang.
  • Menjaga kestabilan rupiah terhadap mata uang asing. Untuk mengukurnya, Anda bisa melihatnya dari nilai tukar rupiah ke mata uang asing.

Dengan tujuan tunggal itu, diharapkan agar Bank Indonesia bisa lebih fokus dalam langkah dan memberikan kejelasan terkait batasan tanggung jawab yang perlu dilakukan. Dengan begitu, diharapkan pemerintah dan masyarakat banyak bisa lebih melihat kinerja dari Bank Indonesia itu sendiri. Dengan mengetahui sejarah Bank Indonesia berikut peran yang ada, maka sebagai warna negara Indonesia bisa semakin bangga memiliki Bank Sentral yang memiliki tujuan mulia demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.