Friday, December 15, 2017
Home > Bisnis > Perspektif Bisnis Qnet Menurut Islam
kpr cimb niaga

Perspektif Bisnis Qnet Menurut Islam

Bisnis Qnet Menurut Islam

Salah satu cara yang mungkin ditempuh oleh banyak orang untuk dapat memperoleh hasil tambahan adalah dengan mengikuti bisnis MLM, dimana untuk menjalankan bisnis ini para pelakunya tidak harus terikat dengan sistem kerja yang ada. Bisnis ini sangat cocok untuk dijalankan oleh para pekerja yang memang memiliki sedikit waktu untuk memperoleh penghasilan tambahan. Salah satu bentuk MLM yang kini banyak berkembang di Indonesia adalah bisnis Qnet. Namun dalam perkembangannya salah satu bentuk MLM dan pinjaman uang ini pun banyak mendapatkan keraguan dari masyarakat yang ingin melakukannya. Sebagian dari orang yang menjalankan menganggap bahwa bisnis ini layak dan halal untuk dilakukan, namun sebagian lagi ada pula yang menganggap bahwa bisnis ini haram untuk dilakukan. Lalu bagaimana perspektif bisnis Qnet menurut Islam?

Sebelum menginjak pada pembahasan bisnis Qnet dalam perspektif islam, ada baiknya Kita memahami dengan detail apa itu sebenarnya bisnis Qnet. Qnet adalah sebuah jaringan bisnis MLM yang berdiri pada tahun 1998 di Virgin Island. Bisnis yang telah mendapatkan legalisasi dari PBB ini pun terus berkembang hingga mampu memasuki 200 wilayah negara di dunia. Untuk pengembangan jaringan bisnis di Indonesia sendiri, Qnet masuk secara resmi pada tahun 2005 dengan pengesahan dari Menteri Hukum Dan HAM Republik Indonesia.

Namun seiring berjalannya waktu, bisnis ini mulai mengalami kontra dari para pelaku bisnis yang ada di Indonesia. Berbagai pelaporan mengenai bisnis ini pun mulai banyak bermunculan, sehingga menyebabkan kegemparan pada publik. Sistem kerja pada bisnis Qnet inilah yang banyak dilaporkan sebagai sebuah kasus penipuan oleh banyak pelaku bisnis ini. sebagai sebuah gambaran bisnis ini pada awal mulanya adalah sebuah bisnis penjualan berbagai produk kesehatan, dimana para member yang ingin bergabung diwajibkan untuk membayar dana pendaftaran sebesar 8 juta rupiah dan mencari kaki atau downline sebanyak 6 orang, dari downline yang berhasil direkrut, maka pelaku bisnis akan mendapat reward sebesar 3, 5 juta rupiah.

Pinjaman Uang Online

IDR
IDR
Untuk bunga fixed 5 tahun, minimum tenor adalah 7 tahun

Oleh karena banyaknya laporan mengenai bisnis inilah, yang kemudian menyebabkan MUI sebagai salah satu lembaga Islam tertinggi di Indonesia mengeluarkan fatwa haram bagi bisnis MLM ini. Sehingga banyak masyarakat yang menyimpulkan bahwa bisnis Qnet menurut islam itu dilarang. Beberapa alasan MUI mengeluarkan fatwa haram, antara lain adalah:

  • Harga penjualan produk dari dana cepat di bisnis Qnet dianggap terlalu tinggi dan diatas pasaran.
  • Transaksi yang dibebankan kepada member merupakan transaksi yang dipaksakan.
  • Waktu pengiriman barang yang sangat tidak jelas.
  • Lebih terkesan seperti money game yang mengharuskan para membernya menyetorkan sejumlah uang sebelum mendapatkan penghasilan.

Transaksi yang dijadikan sistem pada bisnis Qnet memanglah terkesan sangat memaksa para membernya. Hal inilah yang bertentangan dengan perspektif hukum Islam mengenai jual beli. Jual beli menurut hukum Islam adalah sebuah proses yang transparan dan tanpa paksaan dari salah satu pihak. Selain itu hukum Islam juga sangat melarang bagi para pelaku jual beli untuk mengambil keuntungan pinjaman tanpa agunan BNI diluar batas kewajaran sehingga sangat memberatkan salah satu pihak dalam proses jual beli tersebut.

Dari beberapa penjelasan dan keputusan yang diambil oleh MUI, maka secara jelas dapat Kita simpulkan bahwa bisnis Qnet menurut Islam merupakan hal yang dilarang untuk dilakukan. Oleh karena itu Kita sebagai umat Islam sebaiknya tidak melakukan dan menjalankan bisnis ini, karena pada dasarnya bisnis yang dilarang akan menghasilkan pendapatan yang tidak halal. Pendapatan inilah yang nantinya akan berpengaruh pada keberkahan hidup Kita sebagai umat Islam.