Senin, November 11, 2019
Home > Blogging > Merasa Biaya Kuliah Kedokteran Tinggi?
kpr cimb niaga

Merasa Biaya Kuliah Kedokteran Tinggi?

Biaya Kuliah Kedokteran

Kuliah, kata ini memang bisa menimbulkan berbagai macam pendapat mulai dari stress karena mendapatkan dosen yang galak, sering bermain bersama dengan teman hingga teringat dengan masa sulit menjadi seorang mahasiswa. Hal ini memang normal dirasakan oleh pelajar yang masih kuliahan karena seperti yang banyak dikatakan oleh orang, kuliah merupakan saat dimana diri menjadi semakin dewasa dan menemukan hal ingin menjadi seperti apakah kita nantinya. Sudah pasti kehidupan perkuliahan tidak bisa dilakukan dengan mulus, kita dituntut tanggung jawab yang besar. Salah satunya seperti mengatur keuangan, bisa dibayangkan jika kita mengambil jurusan kedokteran dengan biaya kuliah kedokteran yang begitu mahal.

Jika Anda merasa biaya kuliah ini begitu mahal, Anda tidak perlu putus asa karena ada beberapa cara berhemat ketika kuliah yang bisa Anda lakukan. Pertama, menabung sebisa mungkin. Menabung merupakan kata yang sering kita dengan dari kecil serta terkesan begitu membosankan. kebanyakan dari Anda pasti berpikir, ingin membeli keperluan sehari-hari saja begitu sulit apalagi untuk menabung? Padahal, dengan menabung ini bisa membuat kita belajar agar lebih membatasi pengeluaran serta menyisihkan uang agar bisa menambal kemungkinan yang tidak terduga. Kita dapat menjadi terampil saat mengatur pengeluaran dan pemasukan uang kita sendiri.

Kedua, kelompokkan pengeluaran. Dengan biaya kuliah kedokteran yang mahal, Anda harus membiasakan diri mengelompokkan berbagai macam jenis pengeluaran. Pengeluaran sebagai mahasiswa biasanya terbagi menjadi biaya pengeluaran rutin dan pengeluaran tidak rutin. Untuk pengeluaran rutin seperti biaya makan untuk sehari-hari, biaya pulsa, kamar kos dan yang lainnya. Untuk pengeluaran yang tidak rutin, biaya ini mencangkup seperti biaya jalan-jalan, shopping dan fotokopi. Kita harus membuat daftar pengeluaran dan pengelompokannya apakah masuk dalam biaya rutin atau tidak. Buat amplop sehingga bisa membagi biaya ini ketika Anda memperoleh uang.

Ketiga, membawa bekal. Jika hidup sendirian tanpa orang tua yang tidak menyediakan makan di pagi hari, kita akan sulit menyisihkan waktu untuk membuat bekal. Bahkan banyak dari kita yang beranggapan jika ingin bangun saja telat, apa masih sempat untuk membuat bekal? Sebenarnya, jika mau membuat bekal sendiri, makanan yang masuk ke perut Anda lebih terjamin kebersihannya, dan membuat bekal sendiri juga lebih murah bila dibandingkan dengan membeli makanan di cafe atau pun restoran. Kantin kampus mungkin lebih murah, namun jika setiap hari, pasti akan menjemukan juga.

Keempat, membeli buku pelajaran bekas. Sudah tidak asing lagi apabila buku pelajaran memiliki harga yang mahal, terlebih kita harus membelinya di tiap awal semester, dan banyak mata kuliah yang harus di ambil. Sudah pasti akan menguras begitu banyak kantong dompet Anda. oleh sebab itu manfaatkan teknik membeli buku bekas. Anda bisa menjual buku yang sudah tidak digunakan lagi untuk membeli buku yang lain. Hal ini akan menghemat pengeluaran yang cukup banyak di tiap semester.

Terakhir, apakah Anda telah mempertimbangkan diri Anda untuk bekerja sampingan? Memang jurusan seperti kedokteran memerlukan waktu yang tidak singkat untuk belajar, namun jika Anda mampu untuk mencari pekerjaan tambahan dan untuk mencukupi biaya kuliah kedokteran? Mengapa tidak mencoba? Tawaran pekerja sampingan banyak juga diambil oleh mahasiswa yang memerlukan uang saku tambahan. Pekerjaan yang bisa diambil seperti menjadi pelayan restoran, ada pula yang menggunakan teknologi internet untuk mencukupi pekerjaannya. Kerja sampingan lebih baik dibandingkan dengan Anda mengisi waktu dengan tidak melakukan apapun.

Tinggalkan Balasan