Jumat, Maret 22, 2019
Home > Pinjaman > Mengenal Berbagai Istilah dalam Konsep Pinjaman Syariah
kpr cimb niaga

Mengenal Berbagai Istilah dalam Konsep Pinjaman Syariah

Mengenal Berbagai Istilah dalam Konsep Pinjaman Syariah

 

Banyak orang enggan meminjam uang dari bank karena khawatir dengan bunga yang terlalu tinggi. Padahal, kebutuhan-kebutuhan mendadak tentu tak bisa ditunda. Kini, Anda bisa memperoleh pinjaman dana cepat bunga rendah melalui konsep pinjaman syariah. Ada beberapa bank syariah terkemuka di tanah air yang siap memfasilitasi pengajuan pinjaman Anda. 

Biasanya, pinjaman syariah memiliki beberapa istilah yang berbeda dengan pinjaman pada umumnya. Alangkah lebih baik jika Anda mempelajari istilah tersebut sebelum mengajukan pinjaman syariah ke bank: 

Qard 

Berdasarkan penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), qard adalah istilah untuk menyebut pinjaman bagi orang-orang yang membutuhkan. Pengembalian pinjaman syariah tidak dilakukan berdasarkan persentase bunga, melainkan berdasarkan bagi hasil keuntungan. Selain itu, biaa administrasi juga harus ditanggung oleh pihak peminjam.  

Akad dan Ijab Kabul 

Setelah pengajuan pinjaman online disetujui, ada proses selanjutnya yang disebut akad dan ijab kabul. Ijab adalah istilah yang berarti menyetujui kesepakatan. Sedangkan kabul artinya pernyataan yang menyetujui kesepakatan. Pelaksanaan ijab kabul menunjukkan bahwa proses pinjaman sudah disepakati berdasarkan syariat yang berlaku. 

Mudharabah 

Istilah mudharabah digunakan untuk menyebut sikap saling percaya antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola dana (mudharib). Pinjaman syariah biasanya diperuntukkan bagi kepentingan bisnis. Sehingga pihak pengelola dana harus membagi keuntungan dengan pemilik modal. Sebaliknya, usaha yang merugi harus ditanggung sepenuhnya oleh pihak pengelola dana. 

Musyarakah 

Musyarakah adalah akad yang mencantumkan kesepakatan kerja sama antara pihak pemilik modal dan pengelola dana. Musyarakah dibuat berdasarkan kesepakatan bagi hasil yang sudah disetujui kedua belah pihak. Musyarakah juga menjelaskan tentang jangka waktu pengembalian pinjaman berdasarkan jangka waktu penyelesaian proyek atau bisnis. Hal tersebut dilakukan karena pinjaman syariah diperuntukkan bagi kepentingan bisnis. 

Nisbah 

Nisbah merupakan istilah tentang porsi bagi hasil antara pemilik modal dan pengelola dana. Misalnya, nisbah sebesar 70:30. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pengelola dana akan mendapatkan 70% keuntungan bisnis. Sedangkan pemilik modal berhak mendapatkan 30% keuntungan. Jika bank syariah bertindak sebagai pemilik modal, berarti 30% keuntungan tersebut menjadi hak milik bank syariah. 

Kalau Anda berminat mengajukan pinjaman syariah, sebaiknya Anda melakukan perbandingan terlebih dahulu. Gunakan fitur perbandingan di website CekAja.com untuk mendapatkan informasi secara detail. CekAja.com adalah portal informasi finansial yang memiliki fitur untuk membandingkan pinjaman dari sejumlah bank. Anda pun tak akan bingung menentukan keputusan bila ingin mengajukan pinjaman. Setiap bank pasti memiliki ketentuan pinjaman yang berbeda-beda. Jadi, pilihlah yang terbaik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. Untuk info lebih lanjut mengenai pinjaman syariah silahkan berkunjung ke https://www.cekaja.com/kredit 

 

 

Tinggalkan Balasan