Minggu, Agustus 25, 2019
Home > Pinjaman > Masalah Hutang Piutang dalam Islam
kpr cimb niaga

Masalah Hutang Piutang dalam Islam

Hutang Piutang dalam Islam

Persoalan hutang piutang dalam Islam memang dibahas dengan detail sehingga kegiatan yang berkaitan dengan masalah ini ada dasar tindakannya. Seseorang bisa memberikan pinjaman setelah memperhatikan kondisinya memenuhi syarat. Kemudian pemberi pinjaman lebih menyadari kewajibannya dalam mengembalikan pinjaman tersebut. Sehingga silaturahmi tetap terjalin dengan baik, pasalnya hanya karena pinjaman uang dalam jumlah terbatas pun. Tali silaturahmi bisa terputus atau dalam kondisi buruk maka baiknya diperhatikan dengan seksama kaidah nya seperti apa.

Kiat Menyelesaikan Hutang Tanpa Beban

Mencari pinjaman di zaman seperti sekarang tidaklah mudah mengingat banyak yang memilih mangkir dari tanggung jawab tersebut. Sehingga berkunjung ke rumah orang kaya sekalipun kadang pulang dengan tangan kosong. Usahakan mengambil pinjaman di tempat terbaik, baik itu melalui perorangan maupun lembaga keuangan resmi. Pastikan sudah memperhatikan proses pengajuannya dan memilih pemberi pinjaman yang mau memberikannya. Sehingga tidak perlu kecewa jika permintaan pinjaman tidak dikabulkan padahal sudah menunggu lama.

Setelah pinjaman didapatkan pastikan pula memiliki komitmen untuk melunasinya dengan baik dan tanpa masalah. Supaya tidak menjadi beban maka simak beberapa kiat untuk menyikapinya:

  1. Membuat hutang mengisi prioritas utama,

Memiliki tanggungan hutang baiknya tidak menyepelekan hutang tersebut sehingga menunda pembayarannya. Sebaiknya menempatkannya sebagai kebutuhan utama yang didahulukan pemenuhan nya. Sehingga hutang KTA bank BNI nantinya akan selesai tepat waktu kemudian berhasil menjaga hubungan baik dengan pemberi pinjaman tersebut.

  1. Menikmati gaya hidup yang lebih hemat,

Jika sebelum memiliki hutang bisa menikmati kegiatan menyenangkan dan menghamburkan uang lumayan. Maka dengan adanya tambahan beban hutang dalam sektor keuangan Kita perlu mengendalikan diri. Menurunkan gaya hidup menjadi lebih hemat memang baiknya dilakukan, dan beginilah aturan hutang piutang dalam Islam yang paling bijak. Sebab dengan masih menjalankan gaya hidup boros nantinya Kita akan kesulitan membayar hutang. Bisa jadi Kita meninggal sebelum hutang lunas sehingga menjadi beban di akhirat.

  1. Mencari sumber penghasilan tambahan,

Menyadari adanya biaya hidup tambahan setelah mengambil pinjaman maka selain berhemat juga menambah penghasilan. Bertambahnya penghasilan setiap bulannya akan membantu mendapatkan kemudahan mengembalikan hutang tersebut. Penghasilan bisa bertambah jika Kita menekuni usaha sampingan atau membuka bisnis sendiri diluar pekerjaan utama. Meski berat di awal namun seiring berjalannya waktu nanti akan ringan dan pinjaman tanpa agunan pun selesai tepat waktu tanpa beban.

  1. Sejak awal sudah menentukan tenggat pengembalian,

Dalam Islam pun ditentukan tanggal pengembalian pinjaman, sehingga bisa dilunasi sekali pembayaran atau dicicil setiap bulan. Pilihan tentu disesuaikan dengan kondisi misalnya saja mengambil pinjaman dalam jumlah kecil. Maka tidak akan berat jika harus melunasinya sekali pembayaran, demikian pula sebaliknya. Usahakan sejak awal sudah tepat memilih tanggal jatuh tempo pengembalian sehingga tidak terbebani oleh hutang tersebut. Jika keliru nantinya bisa saja meleset dan pembayarannya terlambat sehingga mengganggu kenyamanan diri sendiri dan orang lain.

  1. Mengambil nilai pinjaman yang dirasa aman,

Meminjam dana memang lebih mudah mengingat banyak lembaga resmi menyediakan produk pinjaman beraneka jenis. Meski perlu prosedur yang terbilang panjang sekaligus rumit namun peminatnya tidak pernah surut. Usahakan supaya nyaman dalam mengembalikan pinjaman sudah mengambil nilai pinjaman dengan teliti. Hindari mengambil banyak jika penghasilan terbatas, sebab bisa jadi ke depannya ada kebutuhan penting yang perlu dipenuhi segera. Hutang banyak butuh waktu lama untuk lunas maka kenyamanan dalam hutang piutang dalam Islam berkurang.

Tinggalkan Balasan