Tuesday, August 22, 2017
Home > finansial > Komponen Perhitungan Biaya Perpanjang STNK Mobil Tahunan

Komponen Perhitungan Biaya Perpanjang STNK Mobil Tahunan

biaya perpanjangan stnk mobil

STNK atau Surat Tanda Nomor Kendaraan adalah sebuah bukti identifikasi dari kepemilikan suatu kendaraan bermotor. Bukti identifikasi dalam STNK ini, ditunjukkan dengan adanya keterangan yang berisikan identitas kendaraan bermotor dan identitas dari pemiliknya. Mobil sebagai salah satu kendaraan bermotor, tentunya memiliki sebuah STNK sebagai bukti identifikasinya. STNK yang diterbitkan sebagai bukti identifikasi sebuah mobil memiliki masa berlaku hingga 5 tahun, sehingga setelah masa 5 tahun tersebut STNK tersebut harus diperbaharui. Meskipun STNK ini harus diperbaharui dalam kurun waktu 5 tahun, namun setiap tahunnya para pemilik mobil harus tetap mengeluarkan biaya perpanjang STNK mobil tahunan yang dibayarkan kepada pihak Samsat yang mengeluarkan STNK tersebut.

Biaya tahunan untuk perpanjang STNK ini, sebetulnya adalah biaya pajak atas kepemilikan mobil yang harus dikeluarkan oleh para pemilik kendaraan bermotor tersebut. Besarnya biaya tahunan yang harus dikeluarkan oleh para pemilik mobil ini, akan bergantung pada jenis mobil, merek dan tahun pembuatan mobil itu sendiri. Jika sebuah mobil yang dimiliki oleh seseorang mempunyai tahun pembuatan terbaru, maka pajak kepemilikan mobil tersebut akan menjadi lebih tinggi jika dibanding dengan biaya pajak yang harus dikeluarkan untuk jenis mobil dengan tahun pembuatan yang lama.

Pajak kendaraan bermotor yang dikenakan pada sebuah mobil, memang sering dikenal oleh orang umum sebagai biaya perpanjangan tahunan dari mobil. Untuk dapat membayarkan sejumlah nominal pajak yang harus dibayarkan, para pemilik mobil haruslah mendatangi kantor Samsat terdekat yang khusus melayani area dimana STNK tersebut diterbitkan. Bagi mobil dengan status kepemilikan pribadi dan terdapat BPKB ditangan pemiliknya, maka pembayaran pajak dapat dilakukan di beberapa cabang Samsat yang membuka pelayanan online, atau mobil keliling milik Samsat yang biasanya terdapat di area tertentu dan melayani pembayaran pajak secara online.

Biaya perpanjang STNK mobil tahunan ini biasanya, memiliki tingkat kesamaan setiap tahunnya, dimana biaya tersebut biasanya tertera pada lembar Surat Ketetapan Pajak Daerah, yang terdapat pada STNK. Jika besaran biaya tersebut mengalami perubahan, ada kemungkinan para pemilik mobil membayarkan pajak tidak sesuai dengan waktunya atau mengalami keterlambatan pembayaran. Untuk pajak tahunan pada mobil, biasanya pada lembar surat ketetapan pajak tersebut, hanya akan ditulis beberapa item yang harus dibayarkan, yaitu:

A. PKB atau Pajak Kendaraan bermotor, yang merupakan pajak yang ditetapkan oleh negara dan wajib disetorkan setiap tahunnya.
B. SWDKLLJ atau Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, yang merupakan asuransi wajib yang harus dibayarkan oleh para pemilik kendaraan bermotor kepada Pihak Jasa Raharja sebagai pengelola Asuransi tersebut. Biaya ini wajib dibayarkan agar nantinya ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan para pemilik mobil dapat memperoleh santunan kecelakaan, dengan besaran sesuai ketetapan dan pembiayaan yang tercantum dalam STNK.

Jika pemilik mobil melakukan pembayaran pajak tidak tepat waktu, maka pihak Samsat akan mengenakan sejumlah denda yang dihitung dari besaran pajak mobil tersebut. denda yang ditetapkan oleh pihak Samsat sebagai pengelola pajak kendaraan bermotor ini dapat mencapai nilai 25% dari besaran pajak itu sendiri. Sehingga ketika pemilik mobil membayarkan biaya perpanjang STNK mobil tahunan mereka, maka nilai yang akan dibayar lebih tinggi dari nilai tahun sebelumnya. Oleh karena itu agar biaya pajak dari kepemilikan mobil atau kendaraan lainnya tidak menjadi membengkak, maka bayarlah pajak tersebut sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, yang tertera pada STNK kendaraan tersebut.