Tuesday, September 26, 2017
Home > Blogging > 3 Keunggulan Samsat Online Terbaru
kpr cimb niaga

3 Keunggulan Samsat Online Terbaru

samsat online

Adalah sebuah inovasi terbaru, mengenai sistem pembayaran pajak kendaraan di Indonesia. Awalnya, sistem konvensional berperan besar dalam kontribusi pembayaran pajak secara masif. Setelah itu, pelan-pelan tapi pasti masyarakat mulai merasa jenuh lantaran sulitnya membayar pajak karena harus melalui antre berjam-jam, bahkan sampe sore jika sedang membludak. Sehingga wajar jika alasan tidak ada waktu, malas antre dan lain sebagaianya menjadi faktor utama para mangkir pajak. Sementara faktor finansial seperti keterbatasan dana hanya sekian persen menjadi faktor utama.

Setelah bertahun-tahun mengamati fenomena tersebut, beberapa kalangan akhirnya mencetuskan program samsat online, di mana para pemilik kendaraan bermotor, baik roda dua atau roda empat kini dapat melakukan interaksi melalui laman resmi situs tersebut. Pembayaran tersebut juga dapat dilakukan melalui transfer sehingga cukup memudahkan. Hal ini tentu akan meminimalisir tindakan koruptif dan kongkalikong dari kedua pihak. Pengembangan sistem seperti ini tentu perlu diapresiasi dan diikuti oleh institusi lain sehingga kita perlahan-lahan mulai beradaptasi dengan teknologi mutakhir.

Meski belum semua lembaga pemerintahan belum mengikuti sistem ini. Namun, bukan tidak mungkin jika sistem pada samsat online menuai sukses dan pujian, lembaga lain pun akan “dipaksa” mengikuti jejak para pendahulunya untuk sama-sama berada pada sistem yang sama. Sementara pada lembaga swasta sudah terlebih dahulu menggunakan sistem online di hampir semua lini jauh sebelum kita memulai. Meski sudah tertinggal namun bukan berarti kesempatan tersebut sudah berakhir, kita masih akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Yang terpenting, kita harus bersikap terbuka terhadap perkembangan dan masukan yang ada sehingga tidak terjebak pada nuansa di masa lalu.

Bukan hanya Samsat, lembaga kepolisian pun sudah memulai tilang online meski penerapannya belum menyeluruh. Pada tahapan ini, semua masyarakat yang melanggar akan diberikan surat tilang dengan menggunakan metode online sehingga tidak ada lagi transaksi “nakal” di lapangan antara petugas dan pelanggar lalu lintas. Masyarakat yang melanggar nantinya hanya perlu membayar sejumlah uang ke bank BRI terdekat kemudian membawa slip pembayaran tersebut ke pengadilan untuk mengikuti sidang. Jika tuntutan hakim lebih rendah daripada pelanggaran yang dilakukan dan denda uang yang dibebankan lebih kecil dari yang sudah dibayarkan, maka uang yang sudah ditransfer tersebut akan dikembalikan sesuai dengan selisih denda.

Meski sudah beralih ke sistem e-tilang, namun pada praktiknya tetap saja ada oknum masyarakat yang cenderung betah dengan metode konvensional, yakni dengan cara membuka opsi tawar menawar damai di lapangan agar lebih cepat dan tidak mesti pergi ke pengadilan. Edukasi terhadap para pelanggar tentu sangat penting sehingga dapat menggenjot angka kecelakaan dan transaksi ilegal. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat yang taat hukum alangkah baiknya mengikuti ketentuan yang sudah diberikan sesuai aturan undang-undang.